Las Argon Adalah

Posted on
Rate this post

Hi, sobat teknik semua…

jangkasorong.co.id – Las Argon merupakan salah satu proses pengelasan yang cukup terkenal di kalangan masyarakat. Pengelasan ini dikenal memiliki resiko yang sangat tinggi bagi kesehatan namun memiliki bayaran yang cukup besar.  Las Argon berasal dari kata “Argon” yang merupakan sebuah unsur golongan gas mulia yang memiliki nama yang sama dengan lambang “Ar”. Disebut las argon karena pengelasan yang dimaksud melibatkan unsur Argon dalam prosesnya.

Artikel hari ini berisi informasi tentang Las Argon: Pengertian, Jenis-Jenis, Serta Cara Pengelasaanya

Yuk Kita Simak Bersama……

 Pengertian Las Argon

Las Argon  merupakan salah satu jenis pengelasan yang menggunakan gas argon sebagai gas pelindung. Fungsi gas argon sendiri didalam pengelasan yaitu sebagai shielding gas yang membungkus api las, agar api las terkumpul pada satu titik sehingga menghasilkan panas yang maksimal. Las argon memiliki nama lain dengan sebutan las TIG (tungsten inert gas) atau las GTAW (gas tungsten arc welding), sedangkan istilah lain untuk tungsten adalah wolfram. Tetapi kebanyakan masyarakat di Indonesia pada umumnya menyebut las ini adalah Las TIG. Gas argon merupakan jenis gas mulia yang memang sangat cocok digunakan pada pengelasan TIG (tungsten inert gas). Karena sifatnya yang inert (mulia) sehingga gas tersebut tidak bereaksi dengan lingkungan sekitarnya. Kelebihan dari sifatnya tersebut menjadikan gas argon sebagai pelindung yang ideal pada saat terjadinya proses pengelasan TIG ini. Las Argon adalah termasuk salah satu komponen yang penting dalam pengelasan karena berperan sebagai gas perlindungan (shielding gas), karena karakternya yang baik (inert) hingga gas itu tidak bereaksi dengan lingkungan sekelilingnya. Karakter itu jadikan gas Argon sebagai perlindungan yang cukup bagus saat proses pengelasan

Jenis-Jenis Elektroda Tungsten Pada Las Argon

Berikut adalah beberapa jenis  Elektroda Tungsten pada lasargon antara lain sebagai beriku:

  1. Electrode Wolfram Pure (Warna Hijau)
    Electrode Wolfram Pure (EWP) yaitu elektroda tungsten murni dengan kode warna hijau. Memiliki harga yang paling murah dibandingkan elektroda jenis lain. Keunggulan dari elektroda jenis ini hanya pada harga, dengan sifat – sifat elektroda yang tidak terlalu unggul. Elektroda ini dapat digunakan untuk mengelas aluminium dan magnesium.
  2. Electrode Wolfram Thorium Oxide (warna kuning dan merah)
    Electrode Wolfram Thorium Oxide (EWTh) yaitu elektroda tungsten dicampur dengan unsur Thorium dengan kadar 1% untuk kode warna kuning dan 2% untuk kode warna merah. Elektroda ini unggul pada stabilitas busur dan penyalaan awal yang cenderung lebih mudah. Akan tetapi thorium merupakan unsur radioaktif yang dapat memiliki dampak lingkungan akibat limbah serta dampak kesehatan bagi welder.
  3. Electrode Wolfram Cerium Oxide (warna orange)
    Electrode Wolfram Cerium Oxide (EWCe) yaitu elektroda tungsten dengan campuran unsur Cerium dengan kadar 2% dengan kode warna orange. Keunggulan elektroda ini adalah ketahanannya terhadap panas yang mencegah terjadinya lelehan dan kontaminasi. Elektroda ini juga menghasilkan busur yang stabil dan penyalaan awal yang mudah, seperti jenis EWTh. Tetapi elektroda ini tidak memiliki bahaya radiasi seperti jenis EWTh.
  4. Electrode Wolfram Lanthanum Oxide (warna hitam)
    Electrode Wolfram Lanthanum Oxide (EWLa) yaitu kawat las argon dengan campuran unsur Lanthanum dengan kadar 1% untuk kode warna hitam, 1.5% untuk kode warna emas, 2% untuk kode warna biru. Memiliki keungguran yang mirip dengan elektroda jenis EWCe.
  5. Electrode Wolfram Zirconium Oxide (warna coklat)
    Electrode Wolfram Zirconium Oxide (EWZr) yaitu elektroda tungsten dengan campuran unsur Zirconium dengan kadar 0.3% dan memiliki kode warna coklat. Campuran zirconium meningkatkan titik lebur elektroda sehingga mampu menahan kuat arus yang tinggi dan lebih tahan lama.

Cara Mengelas Las Argon

Seperti halnya proses las busur listrik lainnya, las argon memiliki banyak kemiripan cara kerja dengan proses – proses las seperti SMAW, GMAW, dan FCAW. Sumber listrik dinaikkan dayanya pada transformator step up yang ada pada mesin las sesuai dengan kebutuhan pengelasan. Listrik tersebut di alirkan melalui 2 kabel, masing – masing terhubung ke logam induk (work lead) dan terhubung ke torch (electrode lead).

Arus listrik pada kabel tersebut hanya akan mengalir ketika tombol saklar yang ada pada pegangan torch ditekan. Bersamaan dengan mengalirnya arus listrik, gas pelindung juga akan mengalir menyelubungi elektroda.

Gas ini akan terionisasi ketika ada kontak arus pendek antara ujung elektroda dengan logam induk. Gas yang ter ionisasi menjadi jembatan berpindahnya elektron dari satu kutub listrik ke kutub listrik lainnya, menjadi sebuah busur yang menyala secara stabil.

Berpindahnya elektron meliputi terjadinya pemisahan dan penggabungan elektron dari sebuah unsur. Proses ini menghasilkan energi yang cukup besar untuk menghasilkan panas yang digunakan untuk melelehkan logam induk dan logam pengisi.

Oke, sobat teknik semua…
Itulah informasi tentang Las Argon: Pengertian, Jenis-Jenis, Serta Cara Pengelasaanya
Semoga artikel ini memberikan manfaat ya, sob! Terimakasih, salam Jangka Sorong 🙂